Manfaat Nasi Shirataki Untuk Kesehatan Tubuh
Nasi Shirataki, yang cocok dikonsumsi yang sedang diet dan penderita diabetes mellitus. /Dok. zamenej.sk

Manfaat Nasi Shirataki Untuk Kesehatan Tubuh

Manfaat Nasi Shirataki- Beras telah menjadi bagian utama dari makanan Asia, tidak terkecuali Indonesia.

Tetapi, kandungan kalori didalam nasi putih cukup tinggi sehingga tidak cocok dikonsumsi oleh orang yang sedang menurunkan berat badan.

Oleh karena itu, ada jenis nasi rendah kalori lainnya; disebut dengan nasi shirataki.

Nasi shirataki terbuat dari glukomanan, sejenis serat dari akar tanaman ubi konyaku atau konjak yang tumbuh di seluruh Jepang, Cina, dan negara-negara lain di Asia Tenggara.

Menurut laporan Healthline, nasi shirataki sebenarnya mengandung sekitar 97 persen air dan 3 persen serat glukomanan.

Makanan ini juga sangat rendah kalori – hanya sekitar 15-20 kalori – dan tidak mengandung karbohidrat yang dapat dicerna.

kelebihan inilah yang membuat banyak orang tertarik untuk beralih makan nasi shirataki. Namun, selain rendah kalori, ada 5 manfaat nasi shirataki untuk kesehatan:

1. Meredakan sembelit

Glukomanan juga dapat secara efektif mengobati sembelit pada anak-anak dan orang dewasa.

Trends :   BPJS Dan Ketenagakerjaan Serupa Tapi Berbeda Fungsi

Sebuah uji klinis di Pediatrics 2004 menunjukkan bahwa sembelit parah berhasil diobati pada 45% anak-anak yang menggunakan glukomanan.

Dibandingkan hanya 13 persen dari kelompok kontrol.

Untuk orang dewasa, suplementasi glukomanan memiliki efek meningkatkan frekuensi buang air besar, meningkatkan bakteri usus yang menguntungkan, dan memproduksi asam lemak rantai pendek.

2. Menurunkan kadar gula darah

Manfaat nasi shirataki berikutnya menurunkan kadar gula darah.

Didalam beberapa studi PubMed Central, glukomanan telah terbukti membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes dan resistensi insulin.

Serat tebal menunda pengosongan lambung, sehingga kadar gula darah dan insulin meningkat secara bertahap, mencegah gula darah naik setelah makan.

Dalam Jurnal Nutrisi Klinis Asia Pasifik 2014, penelitian menemukan bahwa orang dengan diabetes tipe 2 yang mengonsumsi glukomanan selama tiga minggu mengalami penurunan fruktosamin yang signifikan,  penanda kadar gula darah  secara signifikan.

Trends :   Kesalahan Saat Olahraga Dapat Mengakibatkan Cedera

3. Nasi Shirataki kaya akan serat kental

Glukomanan pada nasi shirataki merupakan jenis serat larut yang mampu menyerap air hingga membentuk gel, yang membuat kadar air pada beras shirataki sangat tinggi.

Penelitian dalam Journal of American Academy of Nurse Practitioners pada tahun 2012 menemukan bahwa serat yang lebih tebal dicerna dengan lambat, membantu Anda merasa kenyang, dan menunda penyerapan nutrisi ke dalam aliran darah Anda.

Serat kental juga bertindak sebagai prebiotik, memberi makan bakteri yang hidup di usus besar.

Di usus besar, bakteri memfermentasi serat menjadi asam lemak rantai pendek yang dapat melawan peradangan, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan memberikan manfaat kesehatan lainnya, menurut sebuah studi tahun 2013 dari jurnal Lipid Research.

4. Menurunkan kolesterol

Dibeberapa studi di PubMed juga mengatakan bahwa glukomanan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.

Sebagai contoh, sebuah studi tahun 2003 yang diterbitkan dalam Journal of American College of Nutrition.

Trends :   Perbedaan antara Karbohidrat dan Protein

Menunjukkan bahwa glukomanan meningkatkan jumlah kolesterol yang diekskresikan dalam tinja, sehingga lebih sedikit yang diserap ke dalam aliran darah.

5. Membantu menurunkan berat badan

Manfaat nasi shirataki selanjutnya adalah membantu menurunkan berat badan, sebab nasi shirataki sangat efektif sebagai penurun berat badan.

Serat yang lebih kental dapat membuat Anda kenyang lebih lama dan akhirnya makan lebih sedikit.

Selain itu, menurut Advances in Experimental Medicine and Biology pada tahun 2014, ditemukan bahwa proses fermentasi serat menjadi asam lemak rantai pendek, dapat merangsang pelepasan hormon usus yang meningkatkan perasaan kenyang.

Terapi Alternatif dalam Kesehatan dan Pengobatan pada tahun 2005 juga menemukan bahwa orang yang mengonsumsi glukomanan saat melakukan diet selama 4-8 minggu kehilangan 1,4-2,5 kg.

Studi ini dilakukan dengan menggunakan suplemen glukomanan, yang kemungkinan memiliki efek serupa.

Originally posted 2021-09-22 14:19:33.